Recent Posts

Khofifah Akhirnya Angkat Bicara Soal Mobil PCR yang Dipersoalkan Risma

31 Mei 2020

Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Detik)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya angkat bicara terkait dua mobil PCR (Polymerase chain reaction) yang dipersoalkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hingga video marahnya viral.


Baca juga: Gegara Bantuan Mobil PCR, Wali Kota Surabaya 'Nyatakan Perang' ke Gugus Tugas Jatim 

 

Khofifah menjelaskan, saat itu mobil PCR dibawa tim Gugus Tugas COVID-19 ke Tulungagung dan Lamongan. Di Tulungagung, mobil PCR men-swab 200 warga dan tenaga kesehatan. Sedangkan di Lamongan 50 warga telah di-swab.

 

"Teman-teman jangan kaget loh, mungkin bisa lihat di data ini, PDP meninggal di Tulungagung itu tertinggi. Kenapa kategorinya PDP? Karena belum diswab," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (30/5/2020) malam.

 

Khofifah menjelaskan PDP di Tulungagung merupakan terbanyak ke-2 se-Jatim. Tercatat ada 593 PDP. Dari angka itu, jumlah PDP yang meninggal sebelum diswab sebanyak 175 orang.

 

"Itu mengapa ketika pak Joni (Ketua Satgas Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim) mendapatkan permintaan dari Tulungagung yang kemudian disetujui oleh beliau. Dokter Joni akhirnya mengambil keputusan mengirim mobil PCR ke Tulungagung karena, kedua tertinggi PDP-nya setelah Surabaya," kata Khofifah.

 

Untuk Lamongan, Khofifah menyebut di daerah itu hanya memiliki alat tes berupa TCM (Tes Cepat Molekuler). TCM setiap harinya hanya bisa melakukan tes sebanyak 12 spesimen.

 

"Pasti sangat jauh dari apa yang diharapkan untuk memberikan percepatan penanganan COVID-19," terangnya seperti dikutip Detik.

 

Sedangkan di Surabaya ada 7 tempat yang bisa digunakan untuk tes swab dan laboratorium. Yaitu di ITD Unair, Di RSU Soetomo, di RS PHC, di RS National Hospital, RS Premier, BBLK dan BBTKLPP. Untuk di Unair, sempat off, lalu disubtitusi oleh mobil lab PCR. []









Tidak ada komentar:

Posting Komentar