Recent Posts

Malam 27 Ramadhan, Perbanyak Doa yang Diajarkan Rasulullah Ini

19 Mei 2020
malam 27 ramadhan

Malam ini malam 27 Ramadhan. Saatnya memperbanyak membaca doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Boleh doa pertama, boleh doa kedua.






Doa tersebut adalah doa lailatul qadar sebagaimana diriwayatkan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari Aisyah ia berkata, “Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?’ Rasulullah bersabda, ‘Ucapkanlah: Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku).’ (HR. Tirmidzi; shahih)

Jadi doa pertama yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

(Allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii)

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku
doa lailatul qadar

Sedangkan doa kedua tanpa ada tambahan kariim, sehingga bunyinya adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

(Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii)

Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku

Kedua doa ini sama-sama merupakan doa lailatul qadar yang shahih. Doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah kepada istrinya dan dari hadits-hadits mulia ini kita mewarisinya.






Perbanyak di Malam 27 Ramadhan


Mengapa perlu memperbanyak membaca doa ini di malam 27 Ramadhan? Sebenarnya doa ini perlu dibaca di 10 malam terakhir Ramadhan. Khusus malam 27, sangat tepat untuk memperbanyak membacanya karena ada hadits yang menyebutkan bahwa lailatul qadar jatuh pada malam 27.

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ubay bin Ka’ab mengatakan:

وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ – يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى – وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا

“Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia. Sesungguhnya ia (lailatul qadar) terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk qiyamul lail, yakni malam ke-27. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak bersinar-sinar menyilaukan.” (HR. Muslim)

Mari memperbanyak membaca doa lailatul qadar ini dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi kita lailatul qadar. [Muchlisin BK/Tarbiyah]








Tidak ada komentar:

Posting Komentar